3. BIGFOOT



Bigfoot merupakan salah satu makluk misteri yang sampai saat ini banyak membuat orang penasaran tentang eksistensi mereka sesungguhnya.Sifat misteriusnya mungkin bisa disamain sama Chupacabra,Nessie,Monster Yeti,Ogopogo,dll, yang juga temasuk pada jajaran monster-monster dunia Cryptozoology.

Bigfoot sendiri banyak dideskripsikan sebagai makluk hidup misterius (bisa dikatakan sebagai hewan ngga ya?) yang berfisik mirip dengan Gorila atau barangkali King Kong,tapi mereka berjalan tegak kaya manusia,Berbulu lebat (biasanya item warnanya,klo putih bukan Bigfoot lagi namanya,tapi Monster Yeti),tubuhnya tinggi besar,lebih besar dan tinggi dari manusia normal(menurut para saksi yang pernah melihat Bigfoot,rata-rata tinggi makluk tsb sekitar 6 kaki).
Menurut para ahli Cryptozoologi,Bigfoot dipercaya merupakan keturunan terakhir dari manusia purba yang telah punah.

Bigfoot banyak muncul di Amerika,bahkan berita ahir-ahir ini Bigfoot juga muncul di Johor,Malaysia (mungkin masih merupakan spekulasi),tapi Pemerintahan Malaysia sendiri malah semakin giat meneliti jejak-jejak telapak yang ditinggalkan makluk raksasa di sekitar cagar alam Johor.
Potret diatas diambil pada 20 Oktober,1967 dengan menggunakan Kamera Film 16 mm oleh dua orang pemburu,Roger Patterson bersama kawannya Bob Gimlin di Hutan Bluff Creek diwilayah utara California.
Mereka dengan tidak sengaja berpapasan dengan makluk misterius yang belum pernah mereka jumpai sebelumnya sewaktu menjelajah hutan dengan menggunakan Kudanya.

Menurut cerita dari mereka,kemunculanya sangat cepat dan tak diduga-duga,sampai membuat kuda-kuda mereka panik dan berjingkrakan sehingga menghempaskan mereka berdua ke tanah.
Bob yang panik,sempat menembakkan senapannya satu kali kearah makluk tersebut,namun meleset.Makluk itu kemudian berlari meninggalkan mereka.Namun,karena dorongan rasa penasaran yang kuat,merekapun dengan sesegera bangkit dan mengejar makhluk misterius tsb.
Sempat kehilangan jejak sesaat,namun tiba-tiba makluk itu muncul kembali dari sebuah semak.Roger pun dengan inisiatifnya sesegera mungkin mengambil gambarnya sebelum ia menghilang kembali masuk kedalam lebatnya vegatasi hutan.
Mereka menuturkan,walapun makluk itu berbadan besar,namun larinya cepat,lebih cepat dari kami,sehingga mereka sangat kewalahan untuk mengejarnya.

Banyak orang mengaggap picture yang mereka ambil mungkin hanya rekaan saja,namun dugaan ini tidak bisa divonis secepat itu,mengingat para peneliti mengatakan dari hasil sampel film otentiknya,pict tersebut bukanlah merupakan suatu rekayasa.Namun benar-benar murni hasil jepretan terhadap suatu obyek makluk hidup,namun makluk itu sejenis apa, itulah yang masih menjadi pertanyaan sesungguhnya.
Laporan juga datang dari pihak yang berwenang Spotsylvania County Landfill, Virginia Amerika, mengatakan bahwa terdapat potongan kaki seukuran dengan manusia telah ditemukan namun dipastikan bahwa kaki tersebut bukanlah kaki manusia.
Berbeda dengan yang terjadi di Indonesia, di beberapa negara luar negeri, kejadian seperti ini merupakan bukti kejahatan yang serius. Bisa jadi ini adalah bukti pembunuhan atau bahkan penganiayaan terhadap binatang. Sehingga pelaku bisa mendapat sangsi yang berat.

Pihak rumah sakit Virgina mengatakan bahwa kaki yang ditemukan adalah species dari sejenis monyet. Pencarian masih terus dilakukan untuk mencari potongan tubuh yang lain.

Seorang peneliti di Universitas Wisconsin-Madison dan April D.Truitt yang bekerja pada pusat penyelamatan binatang primata di Kentucky, mengatakan bahwa kaki yang ditemukan terlalu besar untuk ukuran kaki primata,

William Dranginis adalah seorang kepala organisasi penelitian Bigfoot di Virginia memiliki opini khusus atas penemuan ini, dia percaya bahwa potongan kaki yang ditemukan adalah Kaki Bigfoot. Perlu diketahui bahwa William telah melakukan penelitian eksklusif untuk mempelajari makhluk aneh selama 10 tahun.
Pada tanggal 26 Agustus 1957,William Roe menceritakan suatu pengalamannya kepada sebuah harian lokal bertemu Bigfoot.
Roe sendiri merupakan seorang penjaga cagar alam diwilayah Minesotta,USA yang baru 2 tahun bekerja.

Waktu pertama kali berjumpa dengan Bigfoot didasar sebuah lembah,dia mengira makluk tersebut hanyalah seekor Beruang Grizzly.Namun,setelah lebih lama diperhatikan,makluk itu bukanlah merupakan seekor Grizzly.Menurut penuturannya,tidak mungkin seekor Grizzly bisa berdiri tegak selama itu.Tangan dan kakinya juga tidak bisa dibilang merupakan ciri-ciri dari seekor Beruang,apalagi dia tidak mempunyai moncong.Hidungnya datar dengan mata yang kecil dan gelap.Seluruh tubuhnya juga penuh dengan bulu yang lebat.
Tingginya dia perkirakan sekitar 6-7 kaki dengan perawakan yang sangat besar,bahkan lebih besar daripada perawakan Grizzly normal.

Roe sendiri dengan bebas bisa melihat makluk aneh dalam waktu yang cukup lama,karena dia berada diatas lereng dengan ketinggian 20 kaki dari lembah dimana makluk itu berdiri.sambil sedikit merunduk,dia sangat terpesona melihat-nya.
Sewaktu dia masuk dan menghilang kedalam vegetasi lebat,Roe sempat mendengar suara ringkikannya.mirip ringkikan seekor Gorila menurutnya.
Tapi yang membuat dia bingung,sebenarnya itu makluk apa,klo sejenis perimata mungkinkah dia berdiri atau berjalan setegak itu dan memakan daging seperti yang dia lihat.

Beberapa sebutan untuk Bigfoot

Sudah banyak macam-macam nama yang dipakai untuk menyebut seekor Bigfoot,diantaranya:

- "Bad Idians"
- "Mountain Devils"
- "Omaha Bushman"
- "Sasquatch"
- "Yeren"
- "Yeti" (khusus bagi Bigfoot yang hidup-nya di Alaska yang memiliki bulu putih)

Saat ini,para peneliti banyak yang menghubungkan Bigfoot dengan Gigantopithecus Blacki,yaitu suatu perimata purba dengan fisik yang sangat mirip dengan karakteristik dari seekor Bigfoot yang hidup diwilayah Asia sekitar 300.000 tahun lalu.Namun uniknya dari spesies purba tersebut,tak sedikit fosil-fosilnya juga ditemukan di wilayah Eropa,dan Afrika.
Menurut mereka,mungkinkan mereka sempat bermigrasi dengan melakukan perjalan sejauh itu?atau mungkinkah mereka juga dapat menyebrangi benua hingga terdampar ke wilayah Amerika?

Tapi yang benar-benar tidak habis dipikir,jikalau Bigfoot itu termasuk dalam golongan species Gigantopithecus Blacki yang hidup sekitar 300.000 tahun lalu,bagaimana ya cara mereka dapat bertahan hidup dan berkembang biak sampai ke-abad 21 ini?
Jejak Kaki Bigfood tentunya sangat berbeda dari jejak kaki hewan lainnya,karena memang karakteristiknya berbeda jauh,namun jejak kaki Bigfoot sangat mirip dengan jejak kaki manusia,bedanya punyanya Bigfoot lebih gede.

Makanannya Bigfoot
Menurut para pakar-pakar Cryptozoologi,makanannya Bigfoot diantaranya:

-tanaman-tanaman liar disekitar hutan,seperti jamur,buah-buahan,dll
-Kacang-kacangan dan biji-bijian
-Ikan (salmon,dll)
-Insecta
-Daging hewan (rusa,dll)


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar